
wartasiger.co.id, Bandar Lampung — Walikota Bandar Lampung, Bunda Eva Dwiana menghadiri audiensi bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandar Lampung yang berlangsung di Ruang Rapat Walikota Bandar Lampung, Rabu (07/10/2026).
Audiensi ini dilaksanakan dalam rangka pembahasan serta persiapan pelaksanaan kegiatan Kemah Kerukunan Pemuda/Remaja Lintas Agama se-Provinsi Lampung dan Sekolah Kerukunan Pemuda Lintas Agama.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Eva Dwiana menyambut baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Beliau menegaskan pentingnya peran pemuda dan toleransi antarumat beragama dalam menjaga kondusivitas, keharmonisan, serta persatuan di Kota Bandar Lampung.
“Pemuda memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan, keharmonisan, dan persatuan,” kata Eva dalam audiensi tersebut.
Ia berharap kegiatan lintas agama itu tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk membangun komunikasi dan memahami perbedaan.
Dukungan terhadap program kerukunan ini juga diharapkan memperkuat kondusivitas kehidupan masyarakat di Bandar Lampung dan Lampung secara umum.
Bagian lain, Menteri Agama menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda dengan pendidikan, kesehatan, dan karakter yang kuat sangat relevan, mengingat tantangan zaman yang semakin kompleks. Kekuatan bangsa ini, terutama di Lampung, terletak pada bagaimana kita bisa menjaga keberagaman dan merawat kerukunan antar umat beragama. Setiap langkah kecil untuk saling menghormati dan membangun kebersamaan bisa berdampak besar dalam menciptakan masyarakat yang damai dan sejahtera.
Selain itu, peran penyuluh lintas agama sangat penting untuk menyebarkan pesan kedamaian, toleransi, dan saling menghormati di tingkat masyarakat. Penyuluh agama, yang sering kali berada di garis depan, memiliki pengaruh besar dalam membangun kerukunan dan menjaga keharmonisan kehidupan beragama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menjadi jawaban dari harapan berbagai pihak atas berbagai pihak demi kemajuan, kerukunan dan toleransi antar umat beragama di lampung mulai dari tatanan tingkat bawah.(*)
![]()