
wartasiger.co.id, Bandar Lampung — Masyarakat Bandar Lampung yang sehari-hari melintasi sejumlah ruas jalan utama perlu bersiap. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan memulai proyek betonisasi delapan ruas jalan mulai Agustus 2026.
Pengerjaan diperkirakan berlangsung selama empat hingga lima bulan dan berpotensi menimbulkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU), Pemkot Bandar Lampung menetapkan delapan ruas jalan sebagai prioritas peningkatan konstruksi menggunakan rigid pavement atau beton pada 2026.
Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperpanjang usia layanan jalan.
Kepala Dinas PU Kota Bandar Lampung, Dedi Sutiyoso, mengatakan metode rigid pavement dipilih karena lebih kuat dibandingkan perkerasan aspal, terutama pada ruas jalan yang kerap tergenang air maupun berada di atas struktur tanah yang
kurang stabil.
“Secara bertahap ruas jalan di Bandar Lampung akan kami tingkatkan menjadi rigid beton. Konstruksi ini cukup kompleks sehingga membutuhkan waktu pelaksanaan yang cukup panjang,” kata Dedi, belum lama ini.
Bagian lain, Jalan merupakan prasarana utama dalam transportasi. Tanpa jalan, transportasi darat tidak akan berjalan. Banyak sekali type dan klasifikasi jalan yang ada di Indonesia. Saat ini perkembangan jalan di Indonesia sedang berkembang, mengingat masih banyak sekali akses-akses jalan yang dibutuhkan untuk menghubungkan antar kota khususnya di daerah perbatasan negara baik berupa jalan tol maupun jalan biasa. Kebanyakan dari akses jalan perkotaan dan antar provinsi di perbatasan negara masih menggunakan type perkerasan lentur (flexible pavement) sedangkan jalan-jalan Tol untuk saat ini lebih banyak menggunakan perkerasan jalan beton atau rigid pavement atau perkerasan kaku.
Perkerasan kaku atau rigid pavement sering digunakan pada jalan yang mempunyai beban lalu lintas besar dan LHR tinggi seperti jalan tol. Ada beberapa keistimewaan mengapa jalan tol menggunakan rigid pavement yaitu lebih awet dan biaya maintenance lebih rendah dibanding menggunakan flexible pavement. Namun secara kenyamanan, pengguna jalan mengaku lebih nyaman lewat di atas jalan aspal dibanding di atas jalan beton.(*)
![]()