
wartasiger.co.id, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Zainal Abidin, mengikuti rapat koordinasi (rakor) mengendalikan inflasi daerah dan antisipasi cuaca ekstrem pada periode Idul Fitri 1446 H.
Zainal Abidin mewakili Pemerintah Provinsi Lampung mengikuti rakor itu secara virtual di Ruang Command Center Lt. II Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Senin (10/3/2025).
Pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) menggelar rapat itu membahas siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan upaya mengendalikan inflasi menjelang Lebaran 2025.
Rapat ini juga membahas prediksi cuaca ekstrem yang perkiraan masih terjadi hingga Mei 2025.
Waspada
Kepala BMKG menyampaikan, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada dasarian kedua Maret, dan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu hingga Mei 2025.
“Kami prediksi curah hujan tinggi masih akan terjadi hingga Mei 2025, dan potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” ujarnya.
Kepala BNPB menambahkan, hingga 10 Maret 2025, tercatat 614 kejadian bencana, yang didominasi bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor.
BNPB telah menyalurkan bantuan logistik ke daerah-daerah tujuan mudik Lebaran sebagai langkah antisipasi.
Sinergi Penting
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, menekankan, sinergi antara pemerintah pusat dan pemda penting dalam menghadapi potensi bencana dan menjaga stabilitas harga pangan.
“Kita harus bersinergi untuk memastikan masyarakat aman bencana dan harga pangan tetap terjangkau, terutama menjelang Lebaran,” tegasnya.
Dalam hal mengendalikan inflasi, rapat itu juga mencatat terjadi deflasi -0,09% secara tahunan, terendah dalam 25 tahun terakhir. Namun, harga makanan dan minuman masih inflasi 2,25%.
Operasi Pasar
Pusat meminta pemda melakukan operasi pasar, melancarkan distribusi pangan, dan mendorong petani menanam kembali untuk meningkatkan produksi pangan nasional.
Pemda juga memasang informasi cuaca dari BMKG di videotron kota, sosialisasi operasi pasar, dan berkoordinasi dengan Basarnas dalam memantau arus mudik.
Basarnas telah menyiapkan 2.749 personel dan peralatan, termasuk drone termal, untuk mengantisipasi bencana selama periode mudik.
Meski terjadi deflasi secara umum, harga pangan masih menjadi perhatian utama. Pusat juag meminta pemda aktif menggelar operasi pasar dan menjaga lancar distribusi.
Operasi pasar akan pada berbagai lokasi, termasuk kantor pos, dengan fokus pada 5 komoditas utama, yakni bawang putih, daging ayam, beras, gula, dan minyak goreng.
Petani didorong segera menanam kembali setelah panen guna meningkatkan produksi pangan nasional.
Pemerintah juga menyediakan hotline melalui Kementerian Perdagangan untuk menangani masalah pasokan pangan, dan Kementerian Pertanian menyediakan nomor kontak untuk koordinasi harga dan pasokan.
Dengan langkah-langkah ini, pusat dan daerah berupaya memastikan keamanan masyarakat dari bencana dan menjaga stabilitas harga pangan selama periode Lebaran 2025. (kmf)
![]()