722 KPM PKH di Lampung Tengah Lulus Graduasi Mandiri

wartasiger.co.id, Lampung Tengah – Upaya mengentaskan kemiskinan di Lampung menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 722 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH)di Lampung Tengah resmi graduasi mandiri.

Mereka keluar dari kepesertaan bantuan sosial berdasarkan kemampuan dan mandiri mereka sendiri.

Kabar gembira ini dalam acara memperingati Hari Lahir Pasar Tradisional PKH dan Wisuda Penerima Manfaat PKH di Lapangan Dusun III, Kampung Terbanggi Besar, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah, Ahad (16/11/2025).

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan, Lampung berada jalur tepat menurunkan kemiskinan secara signifikan.

Saat ini, kata gubernur, Lampung memiliki sekitar 900 ribu keluarga miskin, dengan tingkat kemiskinan 8–10 persen dan kemiskinan ekstrem sekitar 80 ribu keluarga.

Luar Biasa

Gubernur Mirza menjelaskan, Lampung memiliki 1.900 pendamping PKH yang mendampingi 480 ribu KPM.

Menurutnya, jika satu pendamping bisa menggraduasi 10 keluarga setiap tahun, setiap tahun 20 ribu keluarga keluar dari kemiskinan. Dalam lima tahun, itu berarti 100 ribu keluarga atau 300 ribu jiwa.

“Tahun 2029, tingkat kemiskinan Lampung bisa turun ke bawah 6 persen. Ini sangat mungkin,” katanya.

Data di lapangan menunjukkan capaian luar biasa. Siti telah menggraduasi 70 keluarga, Noni 30 keluarga, dan Hardiyanto 18 keluarga.

“Bila capaian seperti ini serentak, insyaallah 2029 tak ada lagi kemiskinan ekstrem di Lampung,” katanya.

Dia menegaskan, pendamping PKH ialah pahlawan dan tombak terdepan mengentaskan kemiskinan.

Naikkan Insentif

Salah satu kebijakan pertamanya sebagai gubernur ialah menaikkan insentif pendamping PKH. Ini menjadikan Lampung dengan insentif pendamping PKH tertinggi se-Indonesia.

“Insentif Rp500 ribu per bulan itu masih jauh lebih kecil dari manfaat ekonomi yang bisa dihasilkan jika pendamping mampu mengeluarkan puluhan ribu keluarga dari kemiskinan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi para pendamping PKH dan tim kabupaten karena berhasil menjadi pionir dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Dengan DTSEN, bantuan tak lagi berdasarkan kedekatan, tapi data. Ini ialah lompatan besar memastikan seluruh program tepat sasaran,” tegasnya.

Ia meminta UMKM PKH, terutama lulus graduasi, menjadi prioritas memasok kebutuhan MBG dan dapur-dapur di Lampung Tengah. Pendamping juga membuka akses pasar bagi usaha keluarga mandiri. (*)

Loading

Related posts