Kriya Jemari 2025 Catat Nilai Transaksi Rp1,3 Miliar

wartasiger.co.id, Bandar Lampung – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Lampung mencatat, total nilai transaksi Pameran Kriya Jemari 2025 mencapai Rp1,3 miliar hingga hari penutupan pukul 18.00 WIB.

Ketua Dekranasda Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, menegaskan, capaian itu hanya berasal dari penjualan produk kerajinan dan fesyen, sementara transaksi di stan kuliner dan pesanan lanjutan belum termasuk perhitungan.

Wulan Sari mengatakan, nilai transaksi itu sebagai indikator meningkat minat masyarakat terhadap produk kreatif Lampung.

“Angka ini jadi sinyal kuat, bahwa UMKM Lampung terus tumbuh dan kian konsumen percaya,” ujarnya dalam penutupan Pameran Kriya Jemari 2025 di Gedung Graha Wangsa, Bandarlampung, Sabtu (22/11/2025).

Wulan juga menuturkan, antusiasme besar pengunjung datang dari berbagai daerah.

Menurutnya, ribuan pengunjung hadir selama tiga hari 20–22 November 2025 menunjukkan, Kriya Jemari telah menjadi magnet baru bagi pelaku kreativitas di Lampung.

Sukses tahun ini mendorong panitia menetapkan rencana agar Pameran Kriya Jemari 2026 mengangkat ikon salah satu kabupaten/kota di Lampung.

Fondasi Ekonomi

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Lampung, M. Firsada, menegaskan, Pameran Kriya Jemari menjadi gerakan nyata memperkuat fondasi ekonomi kreatif Lampung.

Pameran ini berhasil mempertemukan perajin, desainer, pelaku UMKM, komunitas seni, dunia usaha, dan mitra strategis dalam satu ruang kolaboratif.

Menurutnya, perjumpaan lintas pelaku industri kreatif ini melahirkan sinergi baru yang berkontribusi terhadap perkembangan sektor kerajinan Lampung.

“Setiap helai tapis, setiap ukiran, dan setiap anyaman ialah refleksi perjalanan panjang para perajin yang merawat identitas dan tradisi daerah,” ujar ia mewakili Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal.

Ia menekankan, karya para perajin tak hanya memiliki nilai ekonomi, tapi juga nilai budaya yang memperkuat kebanggaan masyarakat Lampung.

Pemerintah mengapresiasi para UMKM dan perajin karena mampu bersaing secara kualitas dan desain tingkat nasional. (kmf)

Loading

Related posts