
wartasiger.co.id, Bandar Lampung – Tiga tenaga Ahli Panitia Khusus Tata Niaga Singkong akan di kerahkan guna mematangkan Rekomendasi harga singkong di Lampung, yang saat ini menjadi polemik menahun tidak berpihak ke petani singkong.
Hal ini dikatakan Ketua Panitia Khusus (Pansus) Tata Niaga Singkong Mikhdar Ilyas usai sidang Paripurna DPRD Lampung, Senin (6/1). Dia mengatakan, Pansus menyesalkan atas kesepakatan harga singkong 1.400 perkilogram yang sudah disepakati Gubernur Lampung pekan lalu, belum ditidak lanjuti oleh perusahaan sehingga berimbas pada petani singkong Lampung.
“Sebelum Pansus ini terbentuk dan kesepakatan gubernur menentukan kesepakantan harga 1.400, komisi 2 DPRD Lampung, telah mendorong DPRD Lampung untuk membentuk pansus dan telah masuk bamus. Ini dilakukan guna mensejahterakan petani,” kata legislator Gerindra Lampung itu.
Dia menambahkan, Pansus akan terus berjalan memperjuangkan tata niaga singkong, jika nantinya belum didapati harga yang sesuai. Dengan terbitnya Rekomendasi berdasarkan masukan tenaga ahli dan konsultasi ke kementrian diharapkan menjadi payung hukum dalam penentuaan harga dan dipatuhi perusahaan.
“Kita akan Kungker ke Kemetrian terkai, guna memberi masukan apa saja yang menjadi problema dilapangan dengan begitu permasalahan yang di bawa sesuai keinginan masyarakat dengan begitu tidak ada yg dirugikan,” kata dia.
Sebagai langkah awal, lanjut dia, pansus akan mendorong Kementrian untuk memasukkan singkong menjadi salah satu penyaga pangan pokok. Dengan begitu masalah pupuk yang setiap tahunnya menjadi polemik karena harus membeli penuh akan mendapat subsidi pupuk.
“Kita tahu, Lampung menjadi penghasil singkong nomor satu di Indonesia. Jika petani dan Komoditi ini tidak menjadi perhatian pemerintah, ada ke khawatiran petani yang ada, akan beralih pada varietas pertanian lainnya seperti tebu, sawit atau sejenisnya,” ujarnya.
Anggota DPRD lampung ini optimis, seluruh anggota pansus dapat berjalan sesuai dengan program swadaya pangan Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Lampung terpilih Rahmad Mirzali Djausal.
“Kami melihat idealnya, untuk harga singkong memang dikisaran 1.400 – 1.500 rupiah, dengan begitu harga berpihak pada petani dan pada nanatinya perusahaan akan mematuhi guna di terapkan, ” tutup dia.(ws1)
![]()